Semenjak menyebarnya covid-19 ini, kebanyakan dari kita menghabiskan waktu luang di rumah saja, alias “Stay at Home”. Bekerja di rumah, masak makanan favorit di rumah (karena enggak bisa jajan) meeting online di rumah, belanja online dan semua hal lainnya yang biasa kita lakukan di luar rumah, harus kita lakukan di dalam rumah.
Mungkin sebagian dari kita excited untuk di rumah saja, karena bisa lebih santai dan juga enggak usah capek kalau mau siap-siap pergi ketemu teman (apalagi gebetan :P). Tetapi, saya pribadi kurang suka dengan konsep “work from home”, karena memang lebih santai sih, tapi namanya kerja, ya buat saya akan lebih baik kalau bisa dilaksanakan di kantor. Apa boleh buat, saya juga harus kerja dari rumah karena saya takut naik kereta dan kebijakan kantor juga. Akhirnya, saya mulai kerja di rumah dari tanggal 23 Maret 2020. Sampai saat ini sudah kurang lebih selama sebulan lebih bekerja di rumah dan ternyata saya bisa dan mulai terbiasa.
Sebagai seorang yang extrovert, awalnya cukup sulit untuk menetap di rumah selama berminggu-minggu. Saya sering merasa anxious harus terus-terusan di rumah. Karena itu, saya berusaha untuk menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan. Dari kegiatan stay at home yang paling saya suka adalah saya bisa makan enak setiap pagi dan makan siang fresh setiap hari. Terus, karena saya suka menari, saya memulai aplikasi TikTok. Bagi yang men-follow Instagram saya, pasti tau deh kalau saya goyaaaang terus di TikTok hehehe. Lumayan, selain membakar kalori, menghibur jiwa dan menghabiskan waktu di rumah. Percaya gak kalau sekali-nya saya merekam TikTok bisa memakan waktu selama 2 jam lebih?! Menghafalkan tariannya sendiri cuman menghabiskan waktu sekitar 5-10 menit, lalu dandan 30 menit, sisanya itu mengulang rekamannya. Jadi draftnya saja bisa mencapai sekitar 60 video. Berarti saya mengulang gerakan yang sama selama 60 kali lebih! Hahaaha
Selain kembali ke dapur dan menari-nari setiap hari, saya juga mulai terpikir untuk melanjutkan hobi lama saya yaitu menulis. Suatu ketika, saya melihat-lihat galeri foto di handphone saya, untuk menghapus foto-foto yang “enggak penting”. Yaa kan ada waktu jadi saya mau merapihkan folder foto saya. Banyak sekali tempat-tempat asyik dengan interior cantik dan makanan enak yang pernah saya kunjungi. Lalu saya berfikir “Ada sih beberapa yang sudah dishare di Instagram. Tapi, sayang juga kalo foto-foto ini dibuang percuma”. Tiba-tiba, saya teringat kalau saya punya blog.
Dulu, saya memang hobi menulis. Dari SD, saya hobi (banget) menulis puisi, sampai sekitar SMP. Karena saya suka membaca majalah, dari situ berkembang menjadi cerpen. Mungkin ada teman-teman yang tau kalau saya juga pernah menjadi jurnalis muda di majalah KaWanku dan KOMPAS MuDa sewaktu sekolah dulu. Namun sayangnya, semenjak kuliah, saya mulai jarang menulis, karena alasan yang standar, sibuk.
Sebenarnya menulis adalah kegiatan yang theraputic, karena tidak semua hal bisa kita katakan dan sebagai gantinya, buah-buah pikiran itu bisa kita tunagkan dalam tulisan. Alangkah baiknya kalau mulai sekarang saya bisa memulai komitmen dan kembali ke hobi lama. Mungkin, ini akan menjadi kisah yang baru, yaitu: kisah jalan-jalan dan #ootd saya selama di Tokyo. Dan, sebagai langkah awal saya akan memulai untuk menulis blog (lagi) dalam Bahasa Indonesia, karena yaa bahasa ibu pasti akan lebih mudah.
Semoga dari langkah kecil ini saya bisa membagikan kisah-kisah menarik, memberikan informasi yang informatif, dan menghibur teman-teman dimanapun kamu berada ❤